Senin, 26 Februari 2018

Telaah Kitab Sunan An Nasa'i

Nama : Indah Bekti Wijayanti
NIM    : 175231011
Kelas : PBS 2A

Judul Kitab : Terjamah Sunan An-Nasa'iy
Penerbit : CV. Asy Syifa' - Semarang
Tahun : 1992

Telaah Kitab Sunan An Nasa'i

A. Nampak Luar.
Dari luar kitab ini terlihat sudah lama dan sedikit lusuh. Sampulnya dicetak sangat tebal seperi terdapat papan di dalamnya, seperti kitab-kitab lainnya. Karena sudah termakan usia, sampul kitab ini terdapat beberapa goresan di beberapa tempat. Selain itu, kitab ini juga terlihat lumayan tebal, dan agak berat. Sementara warna sampulnya, terlihat campuran antara warna coklat, biru, dan keemasan yang ditambah beberapa garis berwana merah.

B. Nampak Dalam.
Pertama kali membuka kitab, aroma khas kitab yang sudah lama tercium, sedikit apek dan menyengat. Setelah saya buka-buka ternyata ada beberapa halaman yang robek, bahkan hilang. Kertasnya terlihat berwarna coklat, entah memang berwarna seperti ini atau karena termakan usia. Sistem penulisannya dibuat huruf arab di bagian atas, lalu terjemahnya di bagian bawah dan terdapat nomor hadis, serta terdapat nomor halaman di pojok bawah bagian luar. Dalam kitab ini, di dalamnya terdapat lebih dari seribu hadis dan dibagi kedalam beberapa bab, dan pada di setiap hadis diberi angka. Di dalam kitab ini banyak ditemukan suatu hadis yang muncul lebih dari satu kali di beberapa tempat.

C. Sistem Penulisan.
 Materi pada hadis di kitab ini diutamakan menyangkut tentang bagaimana kehidupan yang beragama. Kitab ini menggunakan metode sunan, sesuai dengan nama kitab tersebut. Metode sunan adalah metode menyusun kitab hadis dengan mengklasifikasikan hukum Islam dan hanya memasukkan hadis-hadis yang bersumber dari Nabi Muhammad saw. Dan masing-masing kumpulan hadis yang satu materi diberi judul sub bab yang berdasarkan analisis dari Imam An-Nasa’i.

D. Contoh Hadis.
Berikut ini ada salah satu hadis yang terdapat dalam kitab Sunan An-Nasa'i, pada halaman 267 hadis ke-1581 dalam bab "dianjurkan untuk qiyaamul lail". Hadis ini cukup terkenal dan sering dibawakan oleh penceramah dalam berdakwah, dan seperti yang sudah tercantum, hadis tersebut memerintahkan kita untuk melakukan qiyaamul lail, atau sholat malam, seperti tahajud dan witir. Betapa mulianya sholat malam karena bisa membersihkan jiwa dan ketika pagi hari hendak beraktivitas menjadi bersemangat. Sebaliknya, jika kita tertidur sampai subuh atau bahkan sampai fajar, maka jiwa kita akan kotor dan kurang bersemangat untuk beraktivitas.

E. Biografi Singkat Imam An-Nasa'i.
Memiliki nama asli Ahmad bin Syu’aib bin Ali bin Sinan bin Bahr al-Khurasani al-Qadi. Dan dengan nama kuniyah Abu Abdirrahman. Nasabnya adalah An Nasa`i dan An Nasawi, ini merupakan nisbah kepada tempat Imam An-Nasa'i di lahirkan, yakni di suatu kota yang berada  di Khurasan. Imam An Nasa`i adalah seseorang yang tampan, memiliki wajah yang senantiasa bersih serta terlihat segar, kulitnya kemerah-merahan dan suka mengenakan pakaian dengan motif bergaris buatan Yaman. Beliau adalah seorang yang kharismatik, tenang dan berpenampilan menarik.

Imam Nasa`i berkeliling ke negara-negara Islam untuk mencari pengetahuan, dari timur hingga ke barat, karena itulah beliau mendapat pengajaran banyak hadis dari para penghafal Al-Qur'an dan Syeh atau seseorang yang sangat mendalami agama Islam di berbagai tempat. Satu tahun sebelum wafatnya, imam An-Nasa'i pindah dari Mesir ke Damsyik. Belum ada kepastian tentang dimana sebenarnya imam An-Nasa'i meninggal. Namun banyak yang mengatakan imam An-Nasa'i meninggal di Makkah dan dimakamkan diantara Shafa dan Marwah.

F. Refleksi.
Setelah menelaah kitab Sunan An-Nasa'i ini saya menjadi banyak tahu beberapa hadis yang belum pernah saya ketahui. Terus terang saya baru pertama kali ini membuka dan membaca kitab hadis, ternyata sangat menyenangkan karena sangat menambah ilmu. Kita jadi tahu tentang beberapa hal menyangkut keseharian dan bertingkah laku menggunakan dasar yang pasti. Walaupun saat mencari kitab ini sedikit kesulitan, tetapi terbayar dengan pengetahuan yang didapatkan. Dan saya berharap semoga tulisan ini beramanfaat bagi kita bersama.

Dan ini adalah bukti hasil dari pengecekan plagiarisme, untuk menghindari plagiarisme. Memang terdapat kemiripan, ini karena saya mencantumkan nama asli dari imam An-Nasa'i yang tentu saja tidak bisa saya ubah.


Sekian, semoga bermanfaat.

Senin, 05 Februari 2018

Resume "Metodologi Studi Islam - Dr. Ismail Yahya, MA"

Nama : Indah Bekti Wijayanti
NIM    : 175231011
Kelas : PBS 2A
Sumber
Judul Buku                  : Metodologi Studi Islam
Penarang                     :Dr.Ismail Yahya, MA
Penerbit                       : Kaukaba Dipantara
Cetakan 1                    : Mei 2016
Jumlah Halaman          : 68 halaman
ISBN                           :978-602-1508-58-9

 Bab I. Islam dan Ilmu Pengetahuan
 1.1 Dorongan Islam Mencari Ilmu Pengetahuan
Islam sangat mendorong umatnya untuk mencari ilmu. Al-Qur'an dan Hadis Nabi Muhammad memerintahkan umat Islam untuk 'membaca' dan 'mencari ilmu sejak buaian hingga ke liang lahad,' walaupun 'mencari ilmu itu ke negeri Cina', karena 'mencari  ilmu itu merupakan kewajiban bagi setiap Muslim,' Allah juga menjanjikan 'siapa saja berjalan mencari ilmu, Allah akan memudahkan jalannya menuju surga.'
Dengan dorongan ini, orang-orang Islam termotovasi mencari ilmu dengan suka dan duka melakukan perjalanan dari satu negeri ke negeri lain yang mungkin belum pernah terjadi di dalam peradaban manusia lainnya. Kisah-kisah perjalanan para ulama dalam mencari ilmu banyak diceritakan di dalam buku-buku. Di dalam ar-Rihlah fi Talab al-Hadis, Al-Baghdadi menceritakan kedudukan ilmu.
Sementara Abdul Fattah dalam Safahat min Sabr al-Ulama juga menceritakan perjuangan suka dan duka para sahabat dan tabiin serta para ulama dalam mencari ilmu. Lain halnya dengan Abdul Aziz dalam Ma'alim fi Tariq Talab al-Ilm menjelaskan tentang adab-adab yang haris diperhatikan oleh pencari ilmu. Etika mencari ilmu pengetahuan di dalam Al-Qur'an adalah bahwa ilmu harus dicari dari sumbernya yang asli.
1.2 Pusat Pengetahuan dan Pendidikan Islam
    1.2.1 Wilayah Timur (Madinah, Syam, Baghdad, Persia, Mesir)
Madinah sebagai kota Nabi harus kita sebut pertama kali sebagai pusat pengetahuan dan pendidikan Islam. Gairah keilmuan berkembang dengan pesat di Madinah sejak kedatangan Nabi. Di masjid Nabawi, beliau membangun Suffah; sebuah tempat berteduh bagi orang Islam yang miskin. Bentuknya seperti sekolah malam di mana 'Ubadah ibn ash-Shamit mengajari mereka menulis dan membaca Al-Qur'an. Disinilah Nabi memulai pemberantasan buta huruf dalam islam.

Al-Qur'an merupakan ilmu yang pertama kali ditekuni oleh para sahabat di Madinah. Mereka menghafal Al-Qur'an yang dibaca setiap shalat. Hadis juga digunakan menjadi pedoman para sahabat disamping Al-Qur'an untuk masalah halal haram, akidah, ibadah, dll. Ilmu tentang nasab (keturunan) merupakan ilmu yang didorong oleh Nabi untuk dipelajari, disamping ilmu faraidh (waris), ilmu falak untuk membantu ketepatan ibadah, dan ilmu bahasa asing.
Perluasan kekuasaan Islam dengan cepat terjadi dan bermula dari pusatnya di Madinah. Periode antara tahun 750-1150 M merupakan periode keemasan dunia Islam. Pada masa Umar bin Khattab (w.643) menjadi Khalifah, perluasan wilayah Islam dimulai dengan penaklukan. Dawlah Umayyah memindahkan ibukota kemaharajaan Islam ke Damaskus selama 88 tahun. Selama periode Umayyah, pembahasan dalam masalah fiqh dirujuk kepada Al-Qur'an, belum banyak dicurahkan kepada Hadis. Karya-karya sejarah awal menggarap tema Maghazi (ekspedisi Nabi).
Tokoh terkemuka pada periode ini dalam bidang ilmu antara lain Ibnu Abbas (619-687) di Mekkah, spesialisasinya adalah Tafsir Al-Qur'an, muridnya antara lain Ikrimah (w.723), Muhajid (w.721), dan Atha' bin Abi Rabah (w.732). Zaid bin Tsabit (611-666) menguasai bahasa Syriac dan Ibrani, dan Abdullah bin Umar (w.693) muridnya yaitu Muhammad bin Syihab az-Zuhri (670-742) karyanya yang tersisa seringkali dikutip oleh Ibnu Ishaq dan At-Thabari. Ada sahabat yang menonjol pengetahuannya mengenai naskah Al-Qur'an yaitu Abu Darda' (w.652) dan Ibn Amir(w.736). Dalam bidang fiqh terdapat Makhul (w.731) dan muridnya Al-Awza'i (w.774).
Mesir memainkan peran sangat kecil dalam kehidupan intelektual periode Umayyah. Baru pada masa dinasti Fathimiyyah yang beraliran Syiah, setelah panglima Jauhar ash-Shiqilli menaklukan Mesir kemudian membangun Masjid tahun 970 M yang dinamakan Al-Azhar. Dawlah Abbasiyah yang menggantikan dawlah Umayyah merupakan periode keemasan sejarah intelektual Islam.
    1.2.2 Wilayah Barat : Cordova
Khalifah Umayyah memulai perluasan ke Afrika Utara dan menyebrang ke Andalusia dan berhasil ditaklukan pada tahun 711. Pada 756, Abdurrahman I (Ad-Dakhil) pangeran khalifah Umayyah di Damaskus melarikan diri menuju Andalusia dan menjadi khalifah disana. Kemudian menjadi menara ilmu dan kemajuan Islam.
1.3 Organisasi Pendidikan Islam
  1. Halaqah : Membentuk setengah lingkaran menghadap guru yang membelakangi tembok atau tiang.
  2. Maktab atau Kuttab (sekolah menulis) : Berkumpul di rumah guru untuk belajar membaca dan menulis. Telah ada sebelum Islam.
  3. Sekolah Istana : Diselenggarakan di istana kerajaan.
  4. Sekolah Masjid : Belajar di masjid.
  5. Sekolah Toko Buku : Toko buku seperti halnya perpustakaan.
  6. Sanggar Sastra : tempat khusus untuk bertukar pikiran tentang sastra dan ilmu pengetahuan.
  7. Madrasah : tempat mempelajari pelajaran tingkat tinggi.
  8. Universitas : Puncak kejayaan ilmu pengetahuan di zaman klasik Islam.
Bab II. Perkembangan Ilmu Pengetahuan di Dunia Islam
Pada masa Nabi ilmu-ilmu wajib diajarkan meliputi menelaah Al-Qur'an, menghafal Hadis, bahasa Arab dan adab serta masalah pengobatan. Ilmu yang pertama-tama berkembang pada masa Khalifah Umayyah adalah ilmu-ilmu agama, seperti : Al-Qur'an dan tafsir, ilmu tafsir, ilmu qira'ah, fiqh, nahwu (tatabahasa Arab), hadis dan ilmunya, ilmu penulisan kamus bahasa. Sedangkan pada masa Khalifah Abbasiyyah perhatian diarahkan kepada penguasaan terhadap ilmu intelektual dan filsafat.
Melalui ijtihad ilmu-ilmu agama Islam berkembang sampai sekarang dengan kita kenal seperti : Ulum Al-Qur'an, Ulum al-Hadis, ilmu Tauhid, ilmu Fiqh, dll. Para ilmuwan Islam awal telah membuat klasifikasi ilmu menurut kriteria masing-masing. Dengan penjelasan klasifikasi ilmu dalam Islam terlihat bahwa semua rumpun ilmu pernah ada  dan berkembang dalam sejarah keilmuan Islam.
Al-Qur'an tentang alam semesta yang tertuang dalam 750 ayat cukup membuktikan bahwa ilmu alam tidak sebanding dengan imu keislaman (ulum al-din). Namun melalui ilmu-ilmu alam ini sederet nama saintis Muslim terus tercatat dalam bidanh kedokteran, kimia, fisika, astronomi, matematika, dll. Ilmu-ilmu sosial sempat berkembang dalam peradaban Islam berkat Ibnu Khaldun dalam karyanya Muqaddimah yang membuatnya dianggap sebagai Bapak ilmu Sosiologi dan Filosof sejarah.
Al-Jabiri dalam Bunyah al-Aql Arabi memetakan struktur pemikiran Arab ke dalam tiga sistem pengetahuan (nalar): bercorak retoris atau dialektis (bayani), bercorak demonstratif (burhani), dan bercorak gnosis (irfani). Al-Jabiri menganggap bahwa model bayani lah yanh merupakan ciri ilmu Islam klasik.
Metode hafalan dan tulisan merupakan dua cara dalam tradisi Islam untuk melestarikan ajaran agama. Di Arab tradisi tulis menulis sudah ada sebelum Islam. Mereka menukis hutang-piutang, perjanjian, sumpah, buku agama, silsilah, dan korespondensi pribadi. Tradisi tulis menulis di Arab ini semakin pesat berkembang setelah kedatangan Islam, dan peradaban Muslim adalah peradaban tulis. Muncul tradisi syarh (komentar) dan hasyiyah (komentar atas komentar). Syarh merupakan karya tulis berupa kitab yang mengomentari karya lain. Dan sebuah karya syarh membuka peluang untuk munculnya hasyiyah yakni syarh diatas syarh.
Sebagian besar isi buku-buku Islam disuguhkan sebagai tradisi yang ditularkan dari satu generasi ke generasi lain. Penulis memilih dari catatannya apa-apa yanh dianggapnya berguna, menyebutkan sumber yang menyampaikan itu, seterusnya hingga kepada sumber aslinya. Pencatatan rentetan perawi (isnad) yang amat hati-hati ini mencermikan tradisi lisan yang terus berlanjut. Ini juga sebagai jaminan berlangsungnya transmisi ilmu.
Sanad penting dalam transmisi ilmu dalam sejarah Islam. Sekarang tentang metode merujuk pendapat orang lain yang sering di istilahkan dengan iqtibas (kutipan). Kata intaha (selesai) umumnya menunjuk kepada akhir kutipan. Para pengarang mengizinkan untuk mempersingkat kutipan, atau menyelang-nyelingkan dengan pernyataan mereka sendiri menurut apa yang mereka anggap lebih memudahkan.
Bab III. Ilmu-ilmu Keislaman : Metode dan Sumber
Secara umum teks baik Al-Qur'an dan Hadis, sebagai pondasi aski nilai-nilai masyarakat Islam, merupakan objek pengkajian yang dilakukan oleh ulama, terlebih setelah dilakukan pembukuan, dengan basis pendekatan: kebahasan dan periwayatan. Ar-Risalah karya Imam Asy-Syafi'i (150-204) dalam bidang Ushul Fiqh dianggap sebagai kerya awal yang membahas pertanyaan tentang metode ilmiah.
Asy-Syafi'i mengidentifikasikan dua sumber pengetahuan utama : pengetahuan yanh terdapat di dalam nash/teks dan pengetahuan deduktif (istinbath). Klasifikasi Asy-Syafi'i banyak digunakan dalam ilmu-ilmu keislaman seperti ushul fiqh, ilmu ma'ani (tentang makna atau semantik), ilmu tafsir Al-Qur'an, dan kritik sastra. Di bawah judul Al-Bayan ini, Asy-Syafi'i memperkenalkan tingkat-tingkat perbedaan kejelasan teks Al-Qur'an. Tingkat pertama adalah teks yang jelas (bayyin). Tingkat kedua adalah yang tampak (zahir). Tingkat ketiga yaitu global (mujmal).

Selain pendekatan kebahasaan, pendekatan periwayatan yang diperkenalkan oleh para ahli Hadis (Muhaddisun) berpengaruh kuat dalam tradisi keilmuan Islam baik pada ilmu tafsir, hadis, fiqh, kalam, tasawuf, dan bahkan sejarah. Periwayatan merupakan segala sesuatu yang telah tetap dengan penukilan atau penyampaian dari Al-Qur'an, atau dari Nabi Muhammad, atau sahabat, atau tabiin dengan metode menyebutkan ungkapan-ungkapan yang disandarkan kepada pemiliknya.

Dan ini bukti hasil cek di plagramme:

Sekian, semoga bermanfaat.

Selasa, 21 November 2017

Bongkar Pasang Masjid Syuhada dan Perkembangan Agama Islam di Kampung Kroyo.



Nama : Indah Bekti Wijayanti
NIM  : 175231011
Kelas : 1A PBS

Masjid Syuhada terletak di kampung Kroyo rt: 01 / rw: 01, kelurahan Kroyo, kecamatan Karangmalang, kabupaten Sragen. Masjid yang telah mengalami pembongkaran dan pembangunan kembali ini merupakan masjid pertama di kampung Kroyo. Entah apa alasannya masjid ini sering direnovasi. Masjid ini juga memiliki keunikan lain, yakni adanya makhluk-makhluk ghaib yang sering diperbincangkan banyak orang, lalu tentang pengaruh masjid yang sangat membantu dalam perkembangan agama di kampung Kroyo, juga tentang pembangunannya.
Saya mendapatkan informasi tentang masjid ini dari Bapak Subandi, yang biasa dipanggil Pak Bandi, selaku takmir masjid Syuhada, dan tempat tinggal beliau juga berdekatan dengan masjid. Beliau berumur sekitar 40 tahun, namun beliau sangat terkenal namanya dikampung Kroyo. Selain dari hasil wawancara saya kepada bapak Bandi, saya juga melakukan observasi secara langsung terhadap masjid Syuhada ini, guna menambah informasi yang bisa saya sampaikan.
Saya membuat tulisan ini bertujuan agar orang lain bisa mengetahui tentang keunikan masjid yang ada di kampung saya, dan saya berharap ada amanat yang bisa di ambil setelah membaca tulisan ini sampai akhir. Nama Masjid Syuhada diusulkan oleh sang pendiri masjid, dan di setujui oleh para tetua kampung. Masjid yang dulunya hanya berupa langgar biasa ini, di bangun sejak sekitar tahun 1970an, dan setelah kira-kira dalam kurun waktu sepuluh tahun, langgar tersebut baru direnovasi menjadi masjid.
Terdapat banyak perbedaan antara langgar sebelum direnovasi dan setelah direnovasi. Diantaranya adalah, ketika masih berbentuk langgar, disini belum ada adzan yang menggunakan pengeras suara, hanya dibantu dengan bedug masjid agar bisa di dengar orang banyak. Selain itu, ketika masih berupa langgar, langgar ini hanya digunakan untuk sholat berjamaah lima waktu saja, dan selain itu tidak terdapat kegiatan apapun, entah itu kegiatan kemasyarakatan maupun keagamaan. 
Ukuran langgar juga cenderung sempit bila dibanding dengan luas masjid saat ini. Dan didalamnya pun hanya terdapat satu ruangan, pemisah antara jamaah laki-laki dan perempuan hanya dipisah dengan sekat yang terbuat dari pipa paralon yang di beri kain sebagai pembatasnya. Kemudian, dengan alasan-alasan tertentu, dan dengan dorongan-dorongan masyarakat yang dibantu dengan para donatur, langgar tersebut pun direnovasi menjadi masjid. Ruang yang sempit dan kecil, menjadi alasan utama, karena semakin lama jamaah semakin bertambah, apalagi saat memasuki bulan Ramadhan.
Selain itu, karena para jamaah masjid yang di dominasi oleh para orang tua, ingin memberikan pendidikan agama kepada anak-anaknya, seperti mengaji TPQ, namun karena fasilitas yang kurang memadai, akhirnya ini juga menjadi pendorong perenovasian masjid. Sebenarnya perbedaan antara langgar dengan masjid, bukan hanya terlihat dari bentuknya dan luasnya saja, tetapi juga dapat dilihat dari penggunaan masjid, kegiatan-kegiatan yang berlangsung disana, fasilitas-fasilitas yang terdapat didalamnya, dan masih banyak lagi yang bisa kita lihat dan rasakan. Dengan bergotong royong, para penduduk kampung bekerja bakti merenovasi masjid.
Masalah pembiayaan dan keuangan, sudah ada donatur yang memang sejak berbentuk langgar, beliaulah yang paling berjasa, mulai dari pembelian bahan bangunan hingga tanah tempat berdirinya masjid, itu adalah hasil sumbangan beliau dan dibantu dengan bantuan swadaya masyarakat. Setelah dibangun menjadi masjid, tentu keadaan sangat berbeda dibandingkan saat masih berbentuk langgar. Mulai dari bentuk dan penggunaan dari masjid itu sendiri.
Setelah perenovasian masjid selesai, masjid terlihat lebih megah, terdapat dua ruangan yang digunakan masing-masing untuk jamaah perempuan dan jamaah laki-laki. Penggunaan bedug sudah dihilangkan, karena saat mengumandangkan adzan sudah menggunakan pengeras suara. Selain itu, masjid juga digunakan untuk kegiatan-kegiatan keagamaan lain selain sholat berjamaah lima waktu. Seperti, pengajian TPQ bagi anak-anak yang ingin belajar membaca al-qur'an, pengajian ibu-ibu dan bapak-bapak, tempat untuk rapat membahas tentang keagamaan di kampung, dan lain sebagainya.
Juga dari segi fasilitas yang ada di dalamnya, seperti penerangan yang cukup, adanya kipas angin, kamar mandi yang dilengkapi dengan wc, tempat wudhu yang lebih luas, dan tentunya tempat sholat yang lebih luas. Namun, dibalik beberapa kelebihannya, masjid ini masih memiliki beberapa kekurangan, yakni belum adanya ruangan khusus yang digunakan untuk tempat bagi kegiatan-kegiatan keagamaan selain sholat, kegiatan-kegiatan ini harus menggunakan tempat sholat berjamaah laki-laki, karena memang ini adalah ruang utama dan lebih luas dibanding tempat bagi jamaah perempuan.
Bahkan dimasjid ini pun tidak ada serambi, atau teras yang digunakan untuk duduk-duduk ataupun sekedar menunggu waktu sholat. Orang-orang biasanya memilih duduk di tangga depan pintu masuk masjid, ataupun di teras rumah warga yang tepat berada di depan masjid. Namun kekurangan ini bukan tanpa alasan, keterbatasan luas tanah menjadi faktor utamanya. Karena di samping kiri, kanan, depan, dan belakang sudah terdapat pekarangan dan rumah warga.
Setelah selesai direnovasi menjadi masjid, jamaah masjid menjadi semakin ramai. Para kaum masjid menjadi bersemangat berangkat ke masjid baru ini. Dan ini menjadi kemajuan tersendiri bagi kampung Kroyo dalam bidang agama, karena orang yang sebelumnya tidak melaksanakan sholat, sekarang dia mengerjakan, dan orang yang sebelumnya tidak tahu atau pengetahuannya tentang agama kurang, sekarang menjadi bertambah berkat adanya pengajian.
Kemajuan keagamaan ini juga berkat para ulama atau orang yang ilmu agamanya tinggi, merek mendatangi rumah-rumah, yang laki-lakinya tidak pernah terlihat di masjid. Memberikan pengertian-pengertian mendasar tentang agama, dan mengaja mereka untuk sholat berjamaah di masjid. Ada orang yang menanggapi dengan positif, dan mengikuti ajakan untuk sholat berjamaah di masjid, ada juga yang bersikap acuh bahkan mengusir para ulama yang datang.
Setelah masjid menjadi ramai, dan bahkan jamaah yang rumahnya jauh pun rela datang ke masjid untuk sholat berjamaah ataupun mengikuti kegiatan keagamaan. Untuk mempermudah jamaah yang jarak tempat tinggalnya jauh dengan masjid, dibangunlah mushola ditempat lain yanh sedikit jauh dengan masjid Syuhada. Hal ini membuat jamaah di masjid Syuhada berkurang, dan semakin lama semakin berkurang. Kebanyakan jamaahnya adalah orang-orang lansia.
Walaupun masjid semakin lama semakin sepi, tetapi jika memasuki bulan Ramadhan jamaahnya bertambah sangat banyak. Bahkan ruangan di dalam masjid ini tidak cukup untuk menampung para jamaahnya. Sehingga, orang-orang yang tidak kebagian tempat di dalam, mereka menggelar tikar dan sholat di pelataran ataupun emperan rumah warga. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya gagasan pemikiran untuk merenovasi kembali masjid ini.
Namun, ketika rencana ini disampaikan kepada donatur utama yang sebelumnya membiayai pembangunan masjid, beliau justru malah terkesan tidak setuju. Untuk itu, perenovasian di batalkan. Namun, selang beberapa tahun, donatur tersebut meninggal, dan selang satu tahun, istrinya juga meninggal. Entah kenapa, rencana perenovasian masjid kembali muncul, dan kali ini tidak ada yang menghalangi. Dengan alasan kurangnya ruang, dan masjid juga sudah terlihat kuno, akhirnya masjid ini direnovasi kembali.
Pada tahun 2016 dilaksanakanlah perenovasian, dan dalam kurun waktu lebih dari enam bulan akhirnya perenovasian masjid ini selesai. Masjid yang baru terdiri dari dua lantai, lantai bawah terdiri dari dua ruangan. Sebelah kiri untuk jamaah laki-laki, dan sebelah kanan untuk jamaah perempuan. Sementara untuk lantai atas, digunakan untuk ruang serba guna. Fasilitas-fasilitas masjid setelah direnovasi juha semakin lengkap. Karena saya melakukan observasi saat keadaan masjid telah direnovasi menjadi dua lantai, jadi saya akan membabarkan fasilitas yang ada saat ini.
 Pada ruang utama, bau khas bangunan baru tercium, dengan nuansa cat berwarna putih bercampur hijau, dengan karpet bercorak masjid yang berwarna merah dan hijau menutup seluruh permukaan lantai. Disini terdapat enam jendela kaca besar di bagian depan, lima kipas angin yang tersebar ditambah satu di bagian tempat imam. Dengan delapan lampu ditambah satu lampu dibagian tempat imam, membuat ruang utama ini menjadi cukup terang. Di sini terdapat satu buah jam analog di bagian belakang dan satu buah jam digital yang dilengkapi dengan alarm yang menunjukkan waktu sholat yang terletak di bagian depan.
Juga terdapat satu buah almari di bagian pojok belakang yang berisi beberapa al-qur'an, buku iqro', buku yasin, dan sajadah. Juga terdapat mimbar bagi khotib yang berdiri kokoh di sebelah tempat imam. Dan disebelah kiri ruangan ini ada pintu yang langsung terhubung ke tempat wudhu bagi jamaah laki-laki yang juga dilengkapi dengan toilet. Kemudian ke ruang sebelah kanan dari ruang utama, di sinilah ruang bagi jamaah perempuan. Ruangan ini terlihat lebih sederhana dibanding ruang utama, hanya ada dua kipas angin di samping kiri dan kanan, ditambah satu di bagian tengah.
Sumber penerangannya berasal dari empat buah bola lampu di setiap pojok dan dibantu dengan empat jendela kecil di sebelah kanan. Disini juga terdapat etalase yang berisi empat stel mukena, dan dua sajadah. Dan lantainya ditutup karpet yang bercorak sama dengan ruang utama. Dan di sebelah kanan terdapat pintu yang langsung terhubung ke tempat wudhu perempuan, yang juga dilengkapi dengan toilet. Kemudian ke lantai dua, naik melalui tangga yang berada di samping kiri bangunan masjid ini.
Nuansa cat di lantai dua senada dengan ruang-ruang yang lain, hanya saja disini terlihat lebih lapang karena tidak terlalu banyak perabotan yang mengisi. Dibawahnya terdapat karpet hijau polos yang menutup seluruh bagian lantai, di dindingnya terdapat satu buah jam analog, empat kipas angin di setiap sudut, dan empat lampu diatasnya. Kemudian tentang kegiatan-kegiatan keagamaan yang ada di masjid Syuhada ini, seperti  pengajian TPQ bagi anak-anak. Pesertanya sekitar 20 orang anak pada hari-hari biasa, dan bisa mencapai 100 anak pada bulan Ramadhan.
 TPQ dipandu oleh seorang ustadz, yang di bantu dua atau tiga orang remaja muslim pada hari biasa, dan bisa mencapai sepuluh orang lebih pada bulan Ramadhan. Selain itu ada kajian rutin bagi bapak-bapak dan ibu-ibu. Pengajian bapak-bapak biasa diadakan setiap malam selasa atau senin malam, biasanya di isi dengan membaca al-qur'an secara bergiliran, dan dipimpin oleh seorang takmir masjid, dengan peserta sekitar 15 orang. Sementara untuk pengajian ibu-ibu diadakan setiap malam jumat atau kamis malam, biasanya di isi dengan membaca surat yasin dan al-qur'an secara bersama-sama, dengan peserta sekitar 50 orang, dan dipimpin oleh seorang yang dituakan atau di hormati.
Selain keunikan tentang seringnya masjid ini direnovasi, ada informasi lain yang saya dapatkan, bahwa ternyata pernah terdapat kejadian mistis di dalam masjid ini, dan juga kabar-kabar dari warga sekitar bahwa terdapat beberapa tempat yang dianggap angker disekitar masjid ini. Salah satu kejadian tersebut adalah,  pernah suatu ketika, waktu bulan Ramadhan, ada seseorang yang berniat untuk berdiam diri di masjid, mencari malam lailatul qadar, dan ternyata sebenarnya malam itu bukan malam ganjil, seseorang itu datang sendirian.
Dia bercerita katanya malam itu ada yg menyuguhi makanan, padahal tidak ada siapapun, dia juga makan sambil tetap beribadah, selesai itu, karena dia sendirian dan katanya hawanya tidak enak dia langsung pulang. Keesokan harinya, dia lewat depan rumah salah satu takmir, sambil bilang, tadi malam makanan banyak banget tidak ada yang makan, tidak ada orang soalnya. Lalu si takmir memeriksa kedalam masjid, tidak ada apa-apa, dan setelah cerita-cerita, sepertinya itu kerjaannya jin yang tinggal disana, karena memang malam itu tidak ada siapa-siapa yamg datang, apa lagi mengantarkan makanan. Namun juga tidak ada yang tahu secara pasti tentang kejadian tersebut, wallahu'alam.
Selain itu, terdapat cerita mistis lain yang saya dengar dari masyarakat sekitar, yakni tentang adanya kebun di belakang masjid, dan disana terdapat pohon nangka besar dan berusia cukup tua, dan letaknya berada di dekat tempat wudhu perempuan, warga sekitar banyak yang bilang bahwa di tempat itu ada penunggunya, tapi tidak mengganggu, cuma terkadang menampakkan diri, dan karena ini masjid juga sudah termasuk tua , jadi banyak jin yang tinggal di dalamnya, namun jin muslim.
Mungkin cukup sekian, cerita yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat. Dan semoga, ini bisa menjadikan pengertian bagi kita semua, bahwa peradaban Islam telah sangat berkembang di Indonesia. Di zaman sekarang, tidaklah sulit bagi kita kaum muslim untuk mencari masjid bila ingin menunaikan ibadah. Semoga semakin berkembangnya Islam dapat juga meningkatkan iman kita terhadap agama Islam ini. Aamiin.

hasil plagramme








Selasa, 23 Februari 2016

Mengenal Daun Mint dan Manfaatnya Bagi Tubuh


Tubuh langsing banyak menjadi dambaan setiap wanita, dari obat diet, ramuand dan olahraga dicoba kadang belum berhasil mednurunkan berat badan anda. Kali ini Kumpulan Resep Masakan Yuni akan ungkap rahasia tubuh langsing para artis papan atas diantaranya : 

Artis senior asal Inggris, Joan Collins, membocorkan rahasia tubuh rampingnya meskipun kini telah menginjak usia 79 tahun.

Melalui akun Twitternya, peraih penghargaan Golden Globe Award tahun 1983 ini mengungkapkan bahwa menyikat gigi dengan pasta gigi peppermint sangat membantu mengontrol nafsu makannya.

Menurut Anda ini aneh? Mari cari tahu seampuh apa pepermint dalam membantu menyusutkan ukuran pinggang.

Daun mint merupakan salah satu makanan diet yang sangat baik. Di Cina, tanaman ini sudah digunakan sebagai pelangsing alami meskipun masih jarang dipakai.

Beberapa penelitian telah membenarkan bahwa peppermint membantu mengurangi rasa lapar, mengontrol nafsu makan dan meningkatkan pencernaan.

Sebuah studi dari Wheeling Jesuit University, US, menyimpulkan bahwa orang yang mengonsumsi peppermint secara rutin cenderung makan 2.800 kalori lebih sedikit setiap minggu dibandingkan mereka yang tidak.

Selain itu, daun mint juga mengandung mentol yang dapat mempercepat sirkulasi, meringankan kembung, mual dan kram serta membakar lemak tubuh. Semua ini membantu menurunkan berat badan.

Khasiat peppermint tak hanya sebatas apa yang dimakan, tetapi juga yang dihirup oleh indera penciuman. Aroma peppermint dapat membantu mengekang nafsu makan dan ngidam makanan.

Menurut Bryan Raudenbush, Ph.D, aroma daun mint juga meningkatkan aktivitas otak yang mengontrol kewaspadaan. Studi oleh University of Cincinnati membuktikan bahwa kewaspadaan mental dan fokus meningkat 28 persen karena menghirup aroma mint.

Tiga dari produsen terbesar dari mint dan produk terkait mint seperti minyak esensial - adalah Amerika Serikat, India dan Cina. AS dan India menghasilkan pasokan terbesar minyak mint yang digunakan dalam permen karet, pasta gigi, obat kumur, dan beberapa produk lainnya. Tanaman ini biasanya ditanam di Eropa, Asia, Afrika, Australia, dan Amerika Utara. Cocok digunakan sebagai daun mint, khususnya sebagai makanan, minuman, pasta gigi, permen karet, dan permen.

Daun mint (Mentha cordifolia). Dengan mengonsumsi mint ternyata baik bagi tubuh, seperti mendinginkan saluran pencernaan, atau jika sakit perut akan amat membantu menghilangkan rasa sakitnya. Daun Mint adalah tanaman yang sangat haus. Ini tumbuh di mucklands baik dikeringkan di Indiana, Michigan dan Wisconsin. Hal ini juga tumbuh dengan baik di Oregon, Washington, Idaho, South Dakota dan Montana.

Daerah ini berbagi satu karakteristik: Mereka semua utara paralel ke-41, di mana jumlah yang tepat siang hari menghasilkan hasil terbaik dan kualitas minyak. Mint adalah tanaman tahunan yang menghasilkan benih tidak. Hal ini ditanam dalam baris, dengan negara-bersertifikat, saham bebas penyakit, root atau pelari bawah tanah dari tanaman yang ada. Pada tahun kedua tanaman menyebar, menciptakan mint yang solid.

Minyak disimpan dalam kelenjar di bagian bawah daun peppermint dan spearmint. Sebuah acre (.4 ha) mint menghasilkan sekitar 76 pound (34,5 kg) minyak. Mint sulit untuk tumbuh dan perawatan khusus harus diambil untuk memastikan hanya kualitas terbaik selesai minyak.Sementara meminum teh herbal mint dapat mengurangi sindrom iritasi usus, membersihkan perut, dan juga membersihkan gangguan pada kulit seperti jerawat. Adapun 6 manfaat kesehatan dari Daun Mint yaitu:


1.  Manfaat untuk kesehatan utama dari daun mint adalah efeknya terhadap sistem pencernaan tubuh. Aromanya yang khas, dapat mengaktifkan kelenjar ludah dan enzim pencernaan dalam tubuh kita., Di negara-negara barat daun mint dijadikan makanan pembuka. Daun mint juga dapat digunakan mengobati gangguan pencernaan dan perut. Bila Anda sakit perut, Anda bisa meminum secangkir Teh mint. Aroma Mint juga berguna untuk mengobati mual dan sakit kepala. Minyak menthol yang berasal dari daun Mint banyak dipakai orang-orang yang sering berpergian jauh untuk mencegah mual.

2. Minyak Mint adalah stimulan, oleh karena itu dapat berguna dalam mengobati depresi, stres dan sakit kepala. Anda bisa menggunakan sabun aroma mint saat mandi atau meneteskan minyak mint ke sarung bantal Anda sehingga Anda dapat menghirupnya.

3.  Daun mint dapat membantu Anda menurunkan berat badan, karena merangsang pencernaan lemak! Seperti pada bahasan di atas. 

4. Aroma mint yang kuat juga memberikan manfaat kesehatan pada sistem pernapasan dan digunakan untuk mengobati berbagai gangguan pernapasan. Hal ini sangat efektif sebagai dekongestan hidung, tenggorokan, bronkus dan paru-paru, dan mengobati gangguan pernapasan tertentu seperti asma dan batuk.

5.  Daun Mint juga memiliki fungsi dan manfaat kesehatan untuk mulut. Daun mint sering digunakan untuk merawat Kesehatan mulut, karena daun mint memiliki sifat anti kuman. Anda tinggal mengunyah daun mint untuk melawan pertumbuhan bakteri berbahaya di dalam mulut, gigi dan lidah.

6. Daun mint juga baik untuk kesehatan kulit, sehingga sering digunakan untuk mengobati jerawat, gigitan serangga, dan luka bakar. Selain itu, daun mint juga digunakan sebagai bumbu dan item dekoratif yang digunakan dalam berbagai hidangan kuliner dan minuman.

Pada Daun mint ini mengandung vitamin C, provitamin A, fosfor, besi, kalsium dan potasium. Serat, klorofil dan fitonutrien juga banyak terkandung didalam daun mint. Daun mint dipercaya dapat memulihkan stamina tubuh, meredakan sakit kepala, mencegah demam, mempunyai sifat antioksidan pencegah kanker dan menjaga kesehatan mata. Silahkan buktikan dan rasakan berjuta manfaat Daun Mint untuk kesehatan tubuh anda.
Sekian postingan dari saya, mohon maaf apabila ada kesalahan, dan semoga bermanfaat. Ingin tau lebih jelasnya, klik link dibawah ini
http://resepmasakanyuni.blogspot.com/2013/01/manfaat-daun-mint-mentha-cordifolia.html

Apa Itu Infused Water dan Apa Manfaatnya Bagi Tubuh

Infused water atau spa water atau dalam bahasa indonesia disebut air infus tengah menjadi trend kesehatan yang baru baik diluar negeri dan kini merebak sampai ke Indonesia.  Di luar negeri, Infused water dipopulerkan oleh blogger asal oregon AS bernama Amy Pogue. Ia sendiri mengaku terinspirasi oleh ibunya yang sejak kecil selalu memberinya air dengan potongan lemon didalamnya.
Infused water adalah air putih yang telah diberi tambahan potingan buah atau herbal sehingga memberikan sensasi rasa air tertentu dan bermanfaat bagi kesehatan. Secara teknis, infused water dibuat dengan memasukan irisan buah-buahan ke dalam air putih, kemudian didiamkan beberapa jam sampai sari buahnya keluar dan air akan berubah rasanya.



Keunggulan air infus atau infused water adalah :
– Bahan yang mudah diperoleh
– Cara membuatnya mudah dilakukan oleh siapa saja
– Buah atau herbalnya mengandung zat gizi dan mineral yang baik untuk kesehatan
– Membantu kita untuk mengkonsumsi air lebih banyak dan membantu mereka yang tidak suka buah agar lebih menyukai buah.
– Dapat menciptakan banyak macam rasa, aroma sesuai yang di inginkan
– Membantu proses detoksifikasi (mengeluarkan racun) tubuh
– Membantu mengendalikan berat badan
Membuat infused water dapat menggunakan setengah liter air dan satu buah dimana buah yang digunakan usahakan yang memiliki rasa asam (acid) atau netral karena rasa manis cenderung menimbulkan rasa bosan jika diminum dalam jumlah banyak. Beberapa buah yang bisa digunakan untuk air infus adalah anggur, apel, belimbing, buah naga, jeruk nipis, kiwi, lemon, nanas, mangga,mentimun, jeruk/orange.
Infused water pada prinsipnya tidak hanya berisi irisan buah tapi juga bisa dimasukan herbal atau rempah-rempah seperti jahe, kayu manis, daunt mint, daun kemangi, serai dan lain sebagainya.
Cara Membuat Air Infus
– Persyaratannya adalah buah harus dalam keadaan segar dan matang yang optimal. Jangan buah-buahan mentah karena banyak zat gizi yang belum terbentuk sempurna selama belum matang.
–  Cucilah buah/herbal sebelum di iris.
– Dalam setengah liter bisa di isi dengan 10-15 potongan tipis buah. Lalu simpan dalam kulkas dan diamkan selama 6-12 jam agar sari patinya keluar.
– Air siap dikonsumsi. Disarankan mengkonsumsi air infus sebelum makan agar gizinya bisa langsung diserap tubuh.
Penting untuk di ingat bahwa buah-buahan yang telah dipakai untuk infused water dapat digunakan sekali lagi. Jadi maksimal adalah dua kali pemakaian. Jika di simpan dalam lemari pendingin, infused water bisa bertahan hingga 2-5 hari.
Agar selalu sehat dan bugar, kita sebenarnya tidak perlu mengeluarkan biaya mahal. Salah satu caranya adalah dengan merubah gaya hidup melalui pola minum yang sehat melalui infused water karena minum yang cukup dapat memberikan zat gizi serta mineral yang baik untuk meningkatkan kesehatan tubuh dan daya tahan dari berbagai penyakit.
Sekian postingan dari saya, semoga bermanfaat. Untuk tau lebih jelasnya klik link dibawah ini
http://pusakapusaka.com/mengenal-air-infus-atau-infused-water-an-manfaatnya-bagi-kesehatan.html

MODEL REFERENSI LAYER OSI

MODEL REFERENSI LAYER OSI



Model referensi OSI (Open System Interconnection) menggambarkan bagaimana informasi dari suatu software aplikasi di sebuah komputer berpindah melewati sebuah media jaringan ke suatu software aplikasi di komputer lain. Model referensi OSI secara konseptual terbagi ke dalam 7 lapisan dimana masing-masing lapisan memiliki fungsi jaringan yang spesifik. Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.
Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawab secara khusus pada proses komunikasi data. Misalnya, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya “error” selama proses transfer data berlangsung.




Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”. “Upper layer” fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada “lower layer”. Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.
Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protokol jaringan dan metode transmisi.

Berikut Adalah Penjelasan Model 7 Lapis (Seven Layer Model) dari OSI
  1. ·          Aplication Layer : Lapisan ke-7 ini menjelaskan spesifikasi untuk lingkup dimana aplikasi jaringan berkomunikasi dg layanan jaringan. Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya. Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, DNS, TELNET, NFS dan POP3.
  2. ·         Presentation Layer : Lapisan ke-6 ini berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).
  3. ·         Session layer: Lapisan ke-5 ini berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah RPC (Remote Procedure Call), dan DSP (AppleTalk Data Stream Protocol).
  4. ·         Transport layer : Lapisan ke-4 ini berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah UDP, TCP, dan SPX ( Sequence Packet Exchange).
  5. ·         Network layer : Lapisan ke-3 ini berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah DDP (Delivery Datagram Protocol), Net BEUI, ARP, dan RARP (Reverse ARP).
  6. ·         Data-link layer : Lapisan ke-2 ini berfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
  7. ·         Physical layer : Lapisan ke-1 ini berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah Ethernet, FDDI (Fiber Distributed Data Interface), ISDI, dan ATM.
sSekian postingan saya kali ini tentang Model Referensi OSI Layer, semoga bermanfaat. Hal-hal yang saya jelaskan di atas saya dapatkan dari pelajaran saya disekolah, apabila ada kesalahan atau kesalah pahaman mohon dimaafkan. Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.